Nurma Oktavia
18514232
2PA07
Kesehatan Mental
BAB
I
PENDAHULUAN
Dewasa ini semakin banyak keadaan mental yang sangat
perlu perhatian khusus seperti sehat mental, mental tak sehat, dan sakit mental.
Sehat mental dapat diartikan sebagai kondisi mental yang berkembang yang di
dasari oleh motivasi yang kuat untuk meraih kualitas diri yang lebih baik dalam
kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat. Mental tak sehat dapat diartikan
seseorang yang memiliki potensi/kemampuan tetapi tidak punya keinganan atau
usaha untuk mengaktulisasikan dirinya.sedangkan sakit mental yaitu dimana
seseorang memiliki banyak unsur yang bertentangan
dalam dirinya yang menghambat/merusak,sehingga membuat perilakunya tak menentu.
Sebenarnya
cukup sulit untuk merumuskan secara tepat apa yang dimaksud dengan normal dan
abnormal tentang perilaku. Pertama,sulit menemukan model manusia yang ideal
atau sempurna. Kedua,dalam banyak kasus,tak ada batas yang jelas antara
perilaku normal dan abnormal.maksudnya orang yang secara umum dipandang normal
sehat-pun suatu saat dapat melakukan perbuatan yang tergolong abnormal,mungkin
di luar kesadaranya.begitupun sebaliknya,tidak jarang orang yang secara umum
jelas-jelas abnormal melakukan perbuataan atau perkataan yang sungguh normal. Sangat
diperlukan sejumlah patokan atau ukuran untuk membedakan dengan jelas normal
dan abnormal.
Serta terdapat perbedaan abnormal itu sendiri dari satu
kebudayaan ke kebudayaan yang lain,dan dari waktu ke waktu dalam kebudayaan
yang sama. Tingkah laku abnormal adalah tingkah laku yang maladatif dan
berbahaya. Tingkah laku seperti ini tidak mampu mendukung
kesejahteraan,perkembangan,dan pemenuhan masa remaja,dan juga pada akhirnya,orang
lain. Tingkah laku maladatif memiliki berbagai bentuk seperti bunuh
diri,mengalami depresi,memiliki keyakinan yang aneh dan tidak
rasional,menyerang orang lain dan bergantung pada obat-obat terlarang.
Perilaku abnormal dan sakit mental sering disalahartikan
oleh masyarakat yang belum paham.masyarakat cenderung menilai negatif orang
yang mengalami perilaku abnormal.bahkan menjauhi orang-orang yang dianggap
abnormal hanya karena mereka dianggap berbeda dari orang normal. Padahal yang
mereka butuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekat dan lingkungan. Kurang
pengetahuan inilah yang membuat masyarakat sering kali mengsalahartikan
perilaku abnormal itu sendiri.
BAB
II
TEORI
TEORI
Menurut Kartini Kartono (2000: 25),
psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala
bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa.
Menurut Singgih Dirgagunarsa (1999:
140) mendefinisikan psikologi abnormal atau psikopatologi sebagai lapangan
psikologi yang berhubungan dengan kelainan atau hambatan kepribadian, yang
menyangkut proses dan isi kejiwaan.
Berkenaan dengan definisi psikologi
abnormal, pada Ensiklopedia Bebas Wikipedia (2009), dinyatakan “Abnormal
psychology is an academic and applied subfield of psychology involving the
scientific study of abnormal experience and behavior (as in neuroses, psychoses
and mental retardation) or with certain incompletely understood states (as
dreams and hypnosis) in order to understand and change abnormal patterns of
functioning”.
Normal Menurut Stern (1964)
Stren mengusulkan untuk
memperhatikan 4 aspek untuk menilai normal/tidaknya seseorang,yaitu :
1. Daya
integrasi
Fungsi
ego dalam mempersatukan,mengkoordinasi kegiatan ego ke dalam maupun ke luar
diri. Makin terkoordinasi dan terintegrasi suatu perilaku atau pemikiran,makin
baik.
2. Ada
tidaknya simtom gangguan
Pegangan
yang paling jelas dalam mengevaluasi kesehatan jiwa secara kualitatif.
3. Kriteria
Psikoanalisis
Memperhatikan
dua hal yang digunakan sebagai patokan dari kesehatan jiwa yaitu tingkat kesadaran
dan jalannya perkembangan psikoseksual.
4. Determinan
sosio-kultural
Lingkungan
sering kali memegang peranan besar dalam penilaian suatu gejala sebagai normal
atau tidak.
Normal Menurut Ulmann dan Krasner (1980)
Menurut
Ulmann dan Krasner tingkah laku manusia tidak dapat dilihat secara dikotomis
sebagai normal atau abnormal,tetapi harus dilihiat dalam hubungannya dengan
suatu prinsip,dimana suatu tingkah laku merupakan hasil dari keadaan masa lalu
dan masa kini. Ia mengemukakan kesulitan-kesulitan mendefinisikan abnormalitas
secara static,medis,dan psikoanalitis serta sosiokultural terhadap abnormalitas,ada
pula definisi legal (hukum) tentang abnormalitas. Definisi ini menghubungkan
tingkah laku dengan kompetensi,tanggung jawab atas perbuatan criminal serta
komitmen. Definisi ini digunakan untuk menentukan apakah seseorang sudah harus
dimasukkan ke rumah sakit jiwa,penjara,institusi khusus atau tidak.
Normal Menurut Gladstone (1978)
Ia mengusulkan untuk
menilai 7 aspek yang merupakah tingkah laku penyesuian diri,yaitu :
1. Ketegangan
2. Suasana
Hati
3. Pemikiran
4. Kegiatan
(aktivitas)
5. Organisasi
Diri
6. Hubungan
Antarmanusia
7. Keadaan
Fisik
Gladstone membaginya ke
dalam 5 tingkatan,yaitu :
1. Penyesuain
diri yang normal
2. Penyesuain
darurat
3. Penyesuaian
neurotic
4. Kepribadian/Karakter
neurotic
5. Gangguan
nafas
BAB III
ANALISIS
ANALISIS
Contoh
kasus 1 :
Liputan6.com, Jakarta Dunia hiburan sempat dibikin gempar dengan munculnya pemberitaan
tentang Marshanda yang ditempatkan di ruang isolasi oleh ibu kandungnya, Rianty
Sofyan, pada Agustus 2014. Tindakan itu dilakukan Rianty lantaran anak
perempuannya mengalami gangguan jiwa bipolar.
Tidak mudah untuk
mengetahui apakah Marshanda benar mengalami gangguan bipolar atau tidak. Kala
itu, psikolog sekelas Rose Mini pun tidak berani berpendapat. Sebab, seorang
psikolog tidak bisa langsung mengklaim seseorang yang diperkirakan mengalami
gangguan jiwa sebagai bipolar. Apalagi bila hanya dengan melihat tingkah orang
tersebut melalui YouTube dan mendengarkan potongan cerita yang dikumpulkan.
Namun, pada akhirnya
berita itu terungkap juga kebenarannya. Marshanda memang mengalami bipolar.
Setelah berselang satu tahun, saat disinggung masalah bipolar tersebut,
Marshanda pun memberikan jawabannya.
Menurut dia, bipolar
bukanlah gangguan jiwa yang membuat seseorang tiba-tiba berteriak-teriak.
Bipolar terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon. Marshanda mengaku
senang bisa membuka semua itu kepada publik.
"Orang bipolar itu
memang terlihat biasa saja. Orang-orang melihat apa yang kami alami itu sama,
tapi kami yang mengalaminya tidak seperti itu," kata Marshanda yang
mengibaratkan hidupnya seperti roller
coaster dalam program Dear Haters, ditulis Sabtu
(26/12/2015).
Pembahasan :
Dari kasus di atas,kita dapat mengetahui
bahwa Marshanda mengidap Bipolar Disorder 2 yaitu jenis gangguan
kejiwaan/psikologis yang ditandai dengan perubahaan mood (alam perasaan) yang
sangat ekstrim yang ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi
namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran. Istilah ini mengacu pada suasana hati yang dapat berganti
secara tiba-tiba dan sangat bertolak belakang seperti dua kutub (bi-polar)
berlawanan, yaitu positif yang berupa rasa bahagia (hipomania/ mania) dan
negatif berupa rasa sedih (depresi) yang berlebihan. Asumsi ini di perkuat
dengan adanya video-video Marshanda yang memperlihatkan perubahaan mood yang
sangat cepat serta adanya fakta bahwa Marshanda harus minum sejumlah obat untuk
mengurangi tingkat gangguan mood-nya agar gejala tidak kambuh.
Marshanda mengakui bahwa saat sd,dia
merasa dikucilkan oleh teman-temannya. Ketika keluarga seharusnya menjadi
dukungan bagi Marshanda yang merasa dikucilkan dalam pergaulan. Di saat itu
Marshanda mendapatkan berita bahwa kedua orang tuanya.saat itu usia Marshanda
masih 7 tahun.Bahkan Marshanda sempat menuangkan rasa rindunya ke papanya lewat
sebuah lagu yang diciptakannya. Masalah-masalahnya menjadi pemicu gangguan mood
ini. Bertahun-tahun dipendam emosi Marshanda meledak juga hingga akhirnya
Marshanda mengunggah video yang menghebohkan public pada tahun 2009.Marshanda
mengakui bahwa ia mengupload videonya dengan sengaja.
Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua.
Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini
seseorang menderita gangguan bipolar, risiko penyakit akan lebih berat,
berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami
perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan
dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan
bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap gangguan bipolar.
Sehingga
tidak heran saat video-video nya Marshanda kita dapat melihat macam-macam
ekspresi yang ditunjukan oleh Marshanda.karena hal itu merupakan refleksi dari
pola-pola episode depresi yang dialami Marshanda. Ketika masa-masa sulit pada episode ini
terlewati, penderita akan kembali ke kehidupan normalnya. Para penderita
Bipolar seperti Marshanda tidak hanya membutuhkan obat-obatan dan pengobatan
intensif, namun juga dukungan moral dari keluarga.
Contoh Kasus 2 :
Liputan6.com, Denpasar - Angeline, bocah berusia 8
tahun yang hilang sejak 16 Mei 2015 ditemukan dikubur di halaman belakang rumah
ibu angkatnya, Margriet Megawe di Jalan Sedap Malam No 26 Sanur, Denpasar, Bali
pada Rabu 10 Juni. Dalam kasus pembunuhan tersebut, Margriet dan 2 kakak angkat
Angeline diperiksa polisi. Dan, mantan satpam rumah ibu angkatnya, Agus
ditetapkan sebagai tersangka.
Ibu angkat Angeline, Margriet Megawe juga dites kejiwaan oleh psikiater yang ditunjuk Polresta Denpasar yaitu Lely Setyawaty pada hari ini, Kamis (11/6/2015). Hasilnya, Margriet Magawe merupakan psikopat, seseorang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang.
Ibu angkat Angeline, Margriet Megawe juga dites kejiwaan oleh psikiater yang ditunjuk Polresta Denpasar yaitu Lely Setyawaty pada hari ini, Kamis (11/6/2015). Hasilnya, Margriet Magawe merupakan psikopat, seseorang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang.
"Ibu Margriet
terbukti seorang psikopat. Keterangan lengkapnya biar pihak kepolisian yang
menyampaikan ya," kata Lely saat dihubungi Liputan6.com di Denpasar.
Dari informasi yang dihimpun dari guru-guru dan para tetangga, semasa hidupnya Angeline sering bekerja memberi makan 50 ekor ayam peliharaan ibu angkatnya dan selalu berjalan kaki sejauh 2 km menuju dan pulang sekolah. Dia juga melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak seusianya.
Angeline dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya, Margriet Megawe. Bocah cantik berusia 8 tahun itu kemudian ditemukan tewas pada Rabu 10 Juni di belakang rumah, terkubur di dekat kandang ayam.
Hasil autopsi pada tubuh bocah kelas 2 SD itu ditemukan banyak luka lebam di daerah pinggang ke bawah. Ada juga luka lebam di dada samping kanan, leher samping kanan, dahi samping kanan, pelipis kanan, dahi samping kiri, batang hidung, pipi kiri atas, pipi kiri bawah telinga, leher samping kanan dan leher kanan atas bahu.
Dari informasi yang dihimpun dari guru-guru dan para tetangga, semasa hidupnya Angeline sering bekerja memberi makan 50 ekor ayam peliharaan ibu angkatnya dan selalu berjalan kaki sejauh 2 km menuju dan pulang sekolah. Dia juga melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak seusianya.
Angeline dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya, Margriet Megawe. Bocah cantik berusia 8 tahun itu kemudian ditemukan tewas pada Rabu 10 Juni di belakang rumah, terkubur di dekat kandang ayam.
Hasil autopsi pada tubuh bocah kelas 2 SD itu ditemukan banyak luka lebam di daerah pinggang ke bawah. Ada juga luka lebam di dada samping kanan, leher samping kanan, dahi samping kanan, pelipis kanan, dahi samping kiri, batang hidung, pipi kiri atas, pipi kiri bawah telinga, leher samping kanan dan leher kanan atas bahu.
Pembahasan :
Psikopat
adalah perilaku psikologis dimana pelaku terus menerus mencari gratifikasi
(pembenaran diri) atas tindakan-tindakan keliru yang dilakukannya. Seorang
psikopat tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan belajar dari kesalahan. Namun
dia memiliki daya analisa yang tinggi dan seringkali tergolong orang yang
sangat cerdas.
Dalam
teori perkembangan psikoanalisis (Sigmund Freud) mengatakan bahwa kesadaran
memiliki tiga tingkat kesadaran yaitu sadar (conscious),prasadar (preconscious)
dan tak sadar (unconscious). Conscious adalah tingkat kesadaran yang berisi
semua hal yang kita cermati pada saat tertentu,Preconscious adalah tingkat
kesadaran yang menjadi jembatan antar sadar dan tak sadar,dan Unconscious
adalah bagian paling dalam dari kesadaran dan bagian terpenting dari jiwa manusia.
Dalam
teori psikoanalisis Sigmund Freud,kepribadian dipandang sebagai suatu struktur
yang terdiri dari tiga unsur dan sistem,yaitu Id,Ego,dan Superego. Id merupakan
sistem kepribadian yang ada sejak lahir berkaitan dengan dorongan-dorangan
biologis manusia,Ego merupakan jembatan antara Id dan Superego berperan dalam
mengambil keputusan.Superego berkaitan dengan norma-norma.
Dalam
kasus pembuhan Angeline ini,ibu angkatnya yang dinyatakan sebagai pelaku
mempunyai kepribadian psikopat yang berarti kelainan kepribadian yang sejak
dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Namun orang-orang yang
mengalami gangguan kepribadian psikopat terlihat normal dan memiliki perilaku
yang baik dan disukai orang dilihat secara sepintas.
Penyakit
psikopat berbeda dengan penyakit mental lainnya karena psikopat sadar
sepenuhnya atas perbuataanya tanpa meras penyesalan.Orang memiliki penyakit
psikopat disebabkan dari beberapa factor yaitu seperti kelainan pada otak,gen
yang diturunkan orang tua,lingkungan dan pola asuh keluarga.seseorang mengalami
psikopat karena ego tidak dapat menengahi id dan superego sehingga terkena
dengan pleasure principle dan superego tidak sanggup melakukan control terhadap
aktivitas dari ego.
Dalam
kasus diatas ibu angkat angeline terlihat seperti orang normal lainnya tetapi
setelah dilakukan pemeriksan psikologis terbukti memiliki penyakit mental
psikopat.ha hal itu bisa karena kelainan
pada otak,gen yang diturunkan orang tua,lingkungan dan pola asuh keluarga.serta
ketidakmampuan mengontrol id. Psikopat perlu penanganan khusus serta dukungan
moral dari keluarga dan lingkungan sekitar dan perlu di deteksi sedini mungkin
sehingga dapat diatasi sedini mungkin.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Slamet, Suprapti.
Markam, Sumarmo. 2008. Psikologi Klinis. Jakarta : Penerbit
Universitas Indonesia
http://health.liputan6.com/read/2398527/penjelasan-marshanda-tentang-bipolar-yang-diidapnya
(diambil pada tanggal
23 Maret 2016, pukul 23.00)
http://health.liputan6.com/read/2250741/ibu-angkat-angeline-psikopat-ini-ciri-ciri-yang-bisa-dilihat
Supratiknya,A. 1999. Mengenal Perilaku
Abnormal. Yogyakarta : Kanisius
